Tampilkan postingan dengan label Tanda - tanda Kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda - tanda Kiamat. Tampilkan semua postingan

05 Mei, 2012

Mengapa wanita muslim menolak memakai jilbab???

Berikut jawaban-jawaban populer dari wanita muslim:
1. "Hati saya belum mantap memakai jilbab"
2. "Iman terletak dihati, bukan pada pakaian"
3. "Allah belum memberiku hidayah"
4. "Susah dalam mencari pasangan"
5. "Aku masih ingin menikmati hidup, pakai jilbabnya nanti saja"
6. "Aku sudah memakai jilbab (kerudung bermodelkan jilbab)"

insha allah saya akan menjelaskan satu persatu tentang jawaban yang diberikan ( untuk lebih jelasnya Wallahu Alam Bissowab )

1. "Hati saya belum mantap memakai jilbab, jika hati saya sudah mantap, insya Allah saya akan memakai jilbab" Mengapa orang bisa menganggap hatinya belum mantap untuk memakai jilbab? padahal bukankah sudah jelas jika ia muslim, berarti ia wajib menjalankan perintah Allah. Muslim sendiri berarti menyerahkan diri, memasrahkan hidup dan matinya kepada Allah S.W.T. Dan setiap waktu kita berikrar tentang hal tersebut. Ingat bacaan shalat: "Inna shallaatii wa nusuukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'alaamiin". Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam. Kita semua yakin, semua yang diperintahkan Allah kepada kita, pasti ada manfaatnya bagi kita sendiri. Nah, sekarang Allah memerintahkan wanita muslim untuk memakai jilbab, apakah kita masih tidak yakin untuk menjalankannya, apakah kita masih belum mantap untuk menjalankan perintah Allah tersebut. Ingat Firman Allah:"Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuh mereka dengan Jilbab, karena yang demikian itu agar mereka lebih patut dikenali, dan tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Ahzab : 59). Dan jika Allah telah menyuruh kepada kita, apakah kita berhak menolak. Firman Allah: "Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah da Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al Ahzab:36)"





2. "Iman terletak dihati, bukan pada pakaian". Jelas iman memang terletak dihati. Tapi pencerminan dari iman itu terlihat dari perilaku dan penampilan. Jika yang dilihat hanya hati, berarti boleh dong seseorang shalat hanya memakai pakaian dalam, karena yang penting shalatnya tersebut sangat khusyu. Dan patutkah menilai orang yang memakai pakaian minim, sebagai orang yang beriman?. Lagipula, jika memang sesorang itu beriman, ia pasti mengerjakan segala perintah Allah, seperti firman Allah diatas tadi.


3. "Allah belum memberiku hidayah". Takkan dapat hidayah seseorang, jika ia tidak mencarinya. Firman Allah: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan mereka sendiri."(Ar-Ra'd:11). Jika seseorang tidak mau mendalami agama Islam, walaupun ia muslim, maka keimanan dan ketaqwaannya takkan betambah, dan Allah takkan menambah kepadanya. Firman Allah:"Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah petunjuk pada mereka, dan memberikan kepada mereka ketaqwaannya".(Muhammad:17). Apakah kita sudah merasa puas dengan diri kita yang sekarang ini? apakah kita sudah merasa cukup dengan iman yang kita punyai ini sehingga kita tak mau mendapatkan lebih banyak hidayah? apakah kita yakin dengan iman kita yang sekarang ini kita bisa masuk syurga?. Firman Allah : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan, sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta".(Al Ankabut:2-3)

4. "Susah dalam mencari pasangan". Sebenarnya wanita muslim yang memakai jilbab itu sedang menyaring atau memilih pasangannya atau jodohnya. Mengapa begitu? karena wanita muslim berjilbab pasti menginginkan jodohnya adalah laki-laki beriman yang mengerti dan taat agama, dan hanya lelaki beriman dan taat agamalah yang tahu dan mengerti bahwa memakai jilbab adalah wajib bagi wanita muslim dan beriman, maka dia akan memandang kalau wanita muslim tersebut beriman, karena telah mengerjakan perintah Allah tersebut. Jadi mungkin ada benarnya, wanita muslim yang memakai jilbab tidak atau sulit dilirik laki-laki. Karena tidak sembarang laki-laki yang tertarik kepada mereka, hanya laki-laki beriman yang mengerti akan agama yang tertarik. Dan bukankah itu lebih baik bagi mereka. Mendapatkan jodoh laki-laki beriman.

5. "Aku masih ingin menikmati hidup, pakai jilbabnya nanti saja". Hidup di dunia hanya sementara, apapun kesenangan di dunia ini hanya sesaat, sedang hidup di akhirat akan abadi, dan kesenangan di akhirat akan berlangsung selamanya. Apa kita mau menukar sesuatu yang bersifat sementara dengan sesuatu yang bersifat abadi?. Firman Allah: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah permainan, kelalaian, perhiasan dan berbangga-bangga di antara kamu dan berlomba-lomba banyak harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan petani-petani, kemudian menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Dan tiadalah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu".(Al Hadiid:20). Dan apakah kita tahu kapan kita akan mati? Siapa tahu ketika kita nanti memutuskan akan memakai jilbab, tiba-tiba ruh kita dicabut oleh Allah S.W.T.

6. "Aku sudah memakai jilbab (kerudung bermodelkan jilbab)". Pada saat ini banyak sekali wanita muslim yang tertipu dengan mode. Mode pada saat ini yang menyebutkan jilbab model baru, yaitu kerudung pada kepala dengan kedua ujungnya dilingkarkan ke leher si pemakai, tanpa menutupi dada, dan dipadu dengan baju tangan panjang, bahkan ada yang ketat. Seperti artis-artis di tv. Dan mereka menyebutnya sebagai jilbab. Apakah hal itu bisa dikatakan sebagai jilbab?. Kata Jilbab berasal dari Bahasa Arab, yang artinya pakaian yang lebar dan dapat menutup semua aurat wanita. Firman Allah: "Katakanlah kepada perempuan mukmin, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan daripadanya (seperti cincin). Hendaklah mereka menutupi dada mereka dengan jilbabnya...."(An Nuur:31). Bisa terlihat dari firman Allah tersebut, bahwa yang dinamakan jilbab adalah pakaian yang menutupi hingga ke dada, bukan hanya ke leher.

Saudari muslimku, tak ada niat jahat di hati ini dalam menyampaikan sedikit nasehat yang insya Allah berguna baik bagi penyampai maupun kepada yang disampaikan. Maaf beribu maaf, jika ada kesalahan atau kata-kata yang mGambarenyakitkan hati. Mungkin terlintas di benak saudari untuk apa menyampaikan hal ini, sedang si penyampai sendiri adalah laki-laki atau tak ada gunanya bagi si penyampai, tapi malah menjadi beban bagi yang disampaikan. Sekali lagi penyampai mohon maaf, sesuatu yang terasa berat, akan jadi mudah jika telah terbiasa. Dan mungkin firman Allah inilah yang menjadi jawaban penyampai.
"Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran". (Al Ashr:1-3)
»»  read more

04 Maret, 2012

MERAJALELANYA BUNYI-BUNYIAN [MUSIK] YANG DIANGGAP HALAL

Kategori : Hadits
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=676

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________


Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka. 'Ada yang bertanya kepada Rasulullah'. Wahai Rasulullah, kapankah hal itu terjadi.? Beliau menjawab. 'Apabila telah merajalela bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita". [Bagian awalnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2:1350 dengan tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Al-Haitsami berkata : 'Diriwayatkan oleh Thabrani dan di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Abiz Zunad yang padanya terdapat kelemahan, sedangkan perawi-perawi yang lain bagi salah satu jalannya adalah perawi-perawi shahih'. Majma'uz Zawaid 8:10. Al-Albani berkata : 'Shahih'. Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 3:216 hadits no. 3559]

Pertanda (alamat) ini telah banyak terjadi pada masa lalu, dan sekarang lebih banyak lagi. Pada masa kini alat-alat dan permainan musik telah merata di mana-mana, dan biduan serta biduanita tak terbilang jumlahnya. Padahal, mereka itulah yang dimaksud dengan al-qainat (penyanyi-penyanyi) dalam hadits diatas. Dan yang lebih besar dari itu ialah banyaknya orang yang menghalalkan musik dan menyanyi. Padahal orang yang melakukannya telah diancam akan ditimpa tanah longsor, kerusuhan (penyakit muntah-muntah), dan penyakit yang dapat mengubah bentuk muka, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Dan disebutkan dalam Shahih Bukhari rahimahullah, beliau berkata : telah berkata Hisyam bin Ammar (ia berkata) : telah menceritakan kepada kami Shidqah bin Khalid, kemudian beliau menyebutkan sanadnya hingga Abi Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu, bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan ada kaum yang pergi ke tepi bukit yang tinggi, lalu para pengembala dengan kambingnya menggunjingi mereka, lantas mereka di datangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Mereka berkata, 'Kembalilah kepada kami esok hari'. Kemudian pada malam harinya Allah membinasakan mereka dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka, sedang yang lain (yang tidak binasa) diubah wajahnya menjadi monyet dan babi sampai hari kiamat".[Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Maa Jaa-a fi Man Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].

Ibnu Hazm menganggap bahwa hadits ini munqathi' (terputus sanad atau jalan periwayatannya), tidak bersambung antara Bukhari dan Shidqah bin Khalid [Al-Muhalla, karya Ibnu Hazm 9:59, dengan tahqiq Ahmad Syakir, Mansyurat Al-Maktab At-Tijari, Beirut].

Anggapan Ibnu Hazm ini disanggah oleh Ibnul Qayyim, dan beliau menjelaskan bahwa pendapat Ibnu Hazm itu batal dari enam segi [Tahdzib As-Sunan 5:270-272].

[1] Bahwa Bukhari telah bertemu Hisyam bin Ammar dan mendengar hadits darinya. Apabila beliau meriwayatkan hadits darinya secara mu'an'an (dengan menggunakan perkataan 'an /dari) maka hal itu telah disepakati sebagai muttashil karena antara Bukhari dan Hisyam adalah sezaman dan beliau mendengar darinya. Apabila beliau (Bukhari) berkata : "Telah berkata Hisyam" maka hal itu sama sekali tidak berbeda dengan kalau beliau berkata, "dari Hisyam ....."

[2] Bahwa orang-orang kepercayaan telah meriwayatkannya dari Hisyam secara maushul. Al-Ismaili berkata di dalam shahihnya, "Al-Hasan telah memberitahu-kan kepadaku, (ia berkata) : Hisyam bin Ammar telah menceritakan kepada kami" dengan isnadnya dan matannya.

[3] Hadits ini telah diriwayatkan secara shah melalui jalan selain Hisyam. Al-Ismaili dan Utsman bin Abi Syaibah meriwayatkan dengan dua sanad yang lain dari Abu Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu.

[4] Bahwa seandainya Bukhari tidak bertemu dan tidak mendengar dari Hisyam, maka beliau memasukkan hadits ini dalam kitab Shahih-nya menunjukkan bahwa hadits ini menurut beliau telah sah dari Hisyam dengan tidak menyebut perantara antara beliau dengan Hisyam. Hal ini dimungkinkan karena telah demikian masyhur perantara-perantara tersebut atau karena banyaknya jumlah mereka. Dengan demikian hadits tersebut sudah terkenal dan termasyhur dari Hisyam.

[5] Apabila Bukhari berkata dalam Shahih-nya, "Telah berkata si Fulan", maka hadits tersebut adalah shahih menurut beliau.

[6] Bukhari menyebutkan hadits ini dalam Shahih-nya dan berhujjah dengannya, tidak sekedar menjadikannya syahid (saksi atau pendukung terhadap hadits lain yang semakna), dengan demikian maka hadits tersebut adalah shahih tanpa diragukan lagi.

Ibnu Shalah[1] berkata : "Tidak perlu dihiraukan pendapat Abu Muhammad bin Hazm Az-Zhahiri Al-Hafizh yang menolak hadits Bukhari dari Abu Amir atau dari Abu Malik". Lalu beliau menyebutkan hadits tersebut, kemudian berkata. "Hadits tersebut sudah terkenal dari orang-orang kepercayaan dari orang-orang yang digantungkan oleh Bukhari itu. Dan kadang-kadang beliau berbuat demikian karena beliau telah meyebutkannya pada tempat lain dalam kitab beliau dengan sanadnya yang bersambung. Dan adakalanya beliau berbuat demikian karena alasan-alasan lain yang tidak laik dikatakan haditsnya munqathi'. Wallahu a'lam. [Muqaddimah Ibnush Shalah Fii 'Ulumil Hadits, halaman 32, terbitan Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, 1398H. Fathul-Bari 10:52].

Saya sengaja membicarakan hadits ini agak panjang mengingat adanya sebagian orang yang terkecoh oleh pendapat Ibnu Hazm ini serta menjadikannya alasan untuk memperbolehkan alat-alat musik. Padahal, sudah jelas bahwa hadits-hadist yang melarangnya adalah shahih, dan umat ini diancam dengan bermacam-macam siksaan apabila telah merajalela permainan musik yang melalaikan (almalahi) dan merajalela pula kemaksiatan.


[Disalin dari buku Asyratus Sa'ah Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusub bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, Edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 108-111 terbitan Pustaka Mantiq Penerjemah Drs As'ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]
_________
Foot Note.
[1] Beliau adalah Imam dan Ahli Hadits Al-Hafizh Abu Amr Utsman bin Abdur Rahman Asy-Syahrazuri yang terkenal dengan sebutan Ibnu Shalah, seorang ahli agama yang zuhud dan wara' serta ahli ibadah, mengikuti jejak Salaf yang Shalih. Beliau memiliki banyak karangan dalam ilmu hadits dan fiqih, dan memimpin pengajian di Lembaga Hadits Damsyiq. Beliau wafat pada tahun 643H [Al-Bidayah Wan-Nihayah 13:168]
»»  read more