Tampilkan postingan dengan label MotivasiKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotivasiKu. Tampilkan semua postingan

14 Januari, 2014

KISAH SUAMI ISTRI YAHUDI YANG BERJUMPA RASULULLAH SAW DI DALAM MIMPI

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Siapapun bisa mimpi berjumpa Rasulullah SAW, bahkan non muslim pun ada yang mimpi bertemu Rasul SAW, sebagaimana sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di Mesir dan diriwayatkan dalam kitab maulid Syaraful Anam.

Ada seorang wanita yahudi bertetangga dengan orang muslim yang suka merayakan maulid. Orang muslim ini gemar sekali membaca riwayat-riwayat tentang Baginda Rasulullah SAW dan suka mengundang para tetangganya yang lain untuk merayakan maulid Nabi SAW di rumahnya serta menjamu mereka.

Tetangga si muslim yakni si wanita yahudi tadi kerap menyaksikan dari rumahnya, para muslimin berkumpul di rumah tetangganya dan melakukan perayaan maulid Nabinya.

Pada suatu malam, ia bermimpi hadir di acara itu dan melihat orang yang wajahnya terang benderang dan indah, ia lalu bertanya kepada orang disekitarnya, “Siapakah orang tampan itu?” Lalu ada yang menjawab, “Beliau adalah Nabi Muhammad SAW.”

Si yahudi lalu bertanya lagi, “Apakah jika saya menyapanya, ia mau membalas sapaan saya?” Dijawab, “Beliau adalah manusia yang paling ramah dan selalu membalas sapaan orang lain.” Tanya si yahudi kemudian, “Apakah jika saya bukan muslim ia mau menjawab sapaan saya?” Dijawab lagi, “Beliau menjawab semua yang menyapanya.”

Maka yahudi itu berkata, “Wahai Muhammad…!”

Rasul SAW menjawab, “Labbaiki”

Wanita yahudi itu berkata, “Kenapa engkau menjawab Labbaik padaku (Labbaik adalah jawaban penghormatan dari yang dipanggil), padahal kau tahu aku bukan muslim?”

Rasul SAW menjawab, “Aku tidak mengucap Labbaik kecuali aku tahu bahwa kau akan mendapat hidayah.”

Wanita yahudi itu pun masuk islam di tangan Rasulullah SAW dalam mimpinya, dan ia berjanji akan membuat perayaan maulid untuk Nabi SAW. Ini semua terjadi dalam mimpi si wanita.

Esok paginya ia bangun dari tidur, dan ia ingat bahwa ia sudah masuk islam semalam dan ia tetap ingin meneruskan imannya itu. Ia menjadi lebih bingung karena sudah berniat membuat perayaan maulid, bagaimana dengan suaminya yang masih beragama yahudi?

Maka ia bangun di pagi itu. Ia melihat suaminya sedang berkemas dan beres beres di rumahnya. Di ruang depan ada banyak bahan makanan dan di halaman rumah ia lihat ada beberapa ekor kambing gemuk dalam keadaan terikat.

Sang istri bertanya dengan penuh keheranan, “Suamiku, kau mau apa? Kenapa banyak sekali bahan makanan di dalam?" Suaminya menjawab, “Aku mau buat perayaan maulid.”

Sang istri terkejut, “Maulid? Suamiku, apakah kau sudah masuk islam?”

Sang suami menjawab dengan tenang, “Aku masuk islam di tangan Rasul SAW semalam dalam mimpi sesudahmu.”

Subhanallah ..!

Allahumma Shalli wa Sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad ...

Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....
____________________________________
BENTUK ASLI MALAIKAT JIBRIL YANG DIPERLIHATKAN KEPADA RASULULLAH


SUMBER : https://www.facebook.com/pages/Strawberry/203846879754531
»»  read more

17 Mei, 2012

Kejarlah Ilmu Wahai Muslimah

Dr  Kamal  al-HaIbawi, alim Mesir yang tinggal di Pakistan, dalam sebu-ah ceramahnya pernah mengi-sahkan pandangan seorang ,ula-ma tradisional tatkala ditanya komentarnya tentang peran perempuan dalam Islam: ,,Perem-puan hanya boleh keluar rumah dalam tiga kondisi, pertama keluar dan rahim ibunya saat ia dilahirkan. Kedua, keluar menuju rumah suaminya setelah perni-kahan dan ketiga keluar dari rumahnya menuju liang lahat, tempatnya beristirahat untuk selama-lamanya!"

Nah... Iho? Landasan apa yang digunakan sehingga ia ber-pendapat demikian? Apa dalilnya, dari sudut mana ia me-mandang permasalahan perem-puan dalam Islam ? Apa yang melatarbelakangi pernyataan itu muncul?
Mungkin itu serentet pertanyaan yang meluncur dari bibir kita saat mendengar fatwa sang ulama di atas. Tapi masalah peran dan posis muslimah, khu-susnya di bidang ilmiyah, dalam gambar kebangkitan Islam yang kian marak dan menjamur memang sebuah misteri yang masih remang-remang. Tak percaya? Coba saja simak urajan di bawah mi

Fenomena Muslimah

Bicara masalah perempuan, seperti yang Rasul katakan, jika tak hati-hati, sama dengan mengurai benang kusut yang memiliki banyak simpul. Sampai--sampai Rasul Saw pernah ber-sabda bahwa babus syaithan dan babun nisaa merupakan dua to-pik yang tak pemah habis dibahas, dikaji dan di seminarkan.

Namun in bukan berarti bah-wa dua bab ini tak dapat dikaji tuntas. Tentu bisa. Islam telah memberikan demikian banyak petunjuk, dimanakah orbit pe-rempuan dalam sistem raya Islam ini. Menurut tuntunan Rasul, Islam sebagai agama yang amat mem-perhatikan  masalah  keseim-bangan, menegaskan bahwa pe-rempuan adalah pendamping pri-a dalam upaya menegakkan kalimat Allah. Jika hendak diumpa-makan  wanita dan pria laksana dua bintang yang berada pada orbit yang berbeda, namun memiliki peran yang sama menentukan bagi kesimbangan jagat ini. Sama sepert yang Allah Ta’ala katakan : (QS Yasin : 40)

Tinggal memang, perkem-bangan zaman menghadirkan masalah-masalah baru bagi mus-limah. Hal-hal yang selama ini tak pernah ada dalam kamus kemuslimahan tiba-tiba muncul. Ide emansipasi dan ideologi feminisme masuk mengisi rongga otak banyak muslimah. Hasilnya berwujud berseliwerannya para perempuan memenuhi ruang perkantoran, pusat perbelanjaan, dan pabrik-pabrik. Se-bagian menoreh-kan prestasi di bi-dang ilmu, semen-tara sekelompok lainnya asyik me-nekuni bidang politik bahkan militer.

Dan,  banyak fakta menunjukkan bahwa   prestasi yang  dihasilkan kaum hawa ini tak beda jauh, seba-gian bahkan me-lampauli apa yang diraih pria.  Ide dan contoh nyata ini tentu membe-rikan inspirasi serta motivasi baru bagi sebagian muslimah untuk mengekor keberhasilan rekan sejenisnya di be-lahan bumi lain, mayoritas di barat. Arus ini bagaikan badai yang mener-jang benteng pertahanan yang se-lama ini dibangun untuk melindung perempuan  agar tetap ada dalam istananya.

Di sisi yang lain arus ini juga memunculkan pertanyaan pada sebagian muslimah ihwal gugatannya terhadap „pagar-pa-gar" yang selama mi membatas ruang geraknya dalam beraktivi-tas. Khususnya pada peran yang dapat diemban seorang musli-mah dalam gerak kebangkitan ummat yang tengah berlangsung mi.

Menggugat Mitos

Di antara masalah yang mungkin sering menggelegak dalam jiwa para muslimah namun takut untuk mengungkapkannya ke permukaan adalah banyaknya mitos yang berkembang mema-gari seorang muslimah.

Dr. Yusuf Qardhawi pernah melontarkan keheranannya saat ia melihat fenomena maraknya upaya menjauhkan para musli-mah dan majelis ilmu. ,,Tahun 70-an, saya terus menghadiri muktamar tahunan Asiosasi Ma-hasiswa Islam Amerika dan Kanada selama beberapa tahun, dimana ikhwan dan muslimah hadir menyaksikan jalannya cera-mah. Muslimah yang hadir disitu ikut mendengar komentar, perta-nyaan, jawaban dan diskusi ten-tang masalah-masalah Islam yang besar, baik menyangkut fikrah, ilmiyah, sosial, pendidikan dan politik. Tapi tahun delapan pu-luhan, suasana menjadi berubah. Ketika saya menghadiri beberapa muktamar di Eropa dan Amerika, saya temukan pemisahan total dua jenis kelamin itu. Saya lihat para akhowat tidak dapat meng-hadiri sebagian besar dan cera-mah-ceramah, diskusi dan semi-nar yang dikelola oleh laki-laki. Padahal forum itu begitu penting bagi wanita. Di antara muslimah ada yang mengadu pada saya tentang kebosanan mereka me-ngikuti ceramah-ceramah yang hanya seputar kewanitaan saja, seperti hak-hak, kewajiban dan kedudukan wanita dalam Islam."(Prioritas Gerakan Islam, Dr. Yu-suf Qardhawi, Buku Kesatu, hal. 98-99)

Itu baru satu kasus. Masih ada yang lain, seperti anggapan suara wanita itu aurat, bertanya melalui kertas, ketakutan menolak calon suami dan lain-lain. Dalam ma-salah yang khas dengan peran muslimah menuntut ilmu, mitos itu bisa tercium dari pandangan sinis terhadap mereka para muslimah yang aktif menekuni ilmu di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Keengganan sebagian muslimah yang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan bertolak dari anggapan bahwa bekal seorang muslimah yang utama adalah berbakti pada  suami dan menjadi ibu.  Sementara kebingungan melanda sebagian muslimah yang sudah menyelesaikan atau tengah berjuang menyelesaikan pendidikannya kemana akan dimanfaatkan ilmunya itu nanti. Semuanya tersimpul menjadi satu mengikat dan membatasi peran muslimah dalam sumbangannya terhadap kebangunan Islam.

Akar Masalah

LaIu kenapa pemikiran nyeleneh atau mitos ten-tang muslimah itu muncul dan malah seolah disahkan dalam aktivitas keseharian?  Ada beberapa penyebabnya.

Pertama, masalah keluasan pemahaman seseorang. Masalah kefahaman ini amat menentukan persepsi dan amal seseorang ten-tang suatu hal. Pemahaman yang luas, integral dan terpadu akan membat seseorang arif dalam mengeluarkan fatwa atau pen-dapat.
Islam tak pernah memandang dan menilai muslimah sebagai masyarakat  kelas dua dengan hak dan tanggung jawab yang lebih rendah dari kaum pria. Is-lam mewajibkan menuntut ilmu bagi wanita dan pria, nabi Mu-hammad saw mewasiatkan a-gar orang tua mengutamakan pendidikan anak perempuannya:

,,Barangsiapa mempuanyai anak perempuan, kemudian mendi-diknya, berbuat baik kepadanya, dan mengawinkannya, baginya syurga." (HR Ihnu Hibban)

Panggung sejarah keagungan Islam jelas banyak melibatkan peran aktiv kaum muslimah di berbagai bidang.

Di sisi jihad dan tadhiyyah (pengorbanan) mereka kepada Islam, tercatat Summayyah lah sebagai muslimah pertama yang menyum-bangkan nyawanya demi kei-manan dan memperoleh syahadah.

Manusia pertama yang me-nyambut da'wah Islam sekaligus menopang banyak manuvernya juga dari kaum  muslimah; Khadijah binti Khuwaiiid ra.

Selain itu banyak pula dikisahkan, para shahabiyyat ra yang turut membantu kaum muslimin dalam peperangan.

Di bidang pengetahuan juga tidak kalah. Para shahabiyat ra pernah meminta agar diadakan pertemuan khusus buat mereka dalam mempelajar ilmu, seba-gaimana yang dilakukan Rasul kepada para shahabat. Kemudian Nabi memenuhi kehendak mere-ka dengan memberikan waktu khusus.

Aisyah Ummul mu'-mminin ra dikenal sebagai orang yang paling ahil  ten-tang fiqih, kedokteran dan puisi. Karena ke-pandaiannya itu Rasu-luilah pernah berkata kepada para shahabat-nya: ,,Ambilah separuh agama kalian dan AI--Humairan ini, yakni say-yidatina Aisyah ra., Um-mul mukminin"

Dalam ilmu hadits, lbnu Asakir menyebutkan lebih dan delapan puluh wanita ahli hadits. Aliyah binti Hasan, pemimpin Bani Syaiban, seorang yang cerdik lagi terhormat se-ring dikunjungi oleh Shaleh Al-Marwi dan tokoh-tokoh ulama fiqih Bashrah untuk dimintai pendapatnya  tentang berbagai masalah.

Zainab binti Ummi Salamah,   dilukiskan oleh lbnu Katsir salah seorang yang paling da-lam ilmu agamanya di Madinah saat itu.

Selain itu, ada di antara para shahabat ra yang sering membacakan catatannya di ha-dapan seorang shahabiyyah yang bernama Ummu Sa'ad binti Rabi'. Mereka mohon dikoreksi bila terdapat kesalahan-kesalahan datam catatannya.

Ada Iagi yang bernama Ka'biyyah binti Sa'ad Al-Aslamiyyah, salah seorang dokter wanita. Beliau mendirikan tenda poliklinik yang bersebe-lahan dengan masjid Nabawi, memberikan pelayanan kesehat-an kepada masyarakat Islam. Atas jasa jihad dan sosialnya itu, Rasulullah memberinya hadiah se-buah anak panah di waktu pe-rang Khaibar.

Rasul juga pernah menunjuk  Asy-Syafa'  binti Abdullah untuk mengajarkan tu-lis-baca kepada kaum muslimin. Asy-Syafa' pun digelar „guru wanita pertama dalam Islam". Selanjutnya, masih sederet nama dan peristiwa iagi yang sejenis.

Uraian di atas, jelas meng-gambarkan bahwa Islam tak pernah mempersempit ruang gerak wanita menuntut ilmu dan me-nunaikan  kewajiban  mereka membangun peradaban masyarakat Islam. Mereka, para shahabiyyat mengerti kedudukan dan peranan yang mereka emban dalam menghasung pembangunan sebuah masyarakat Islam. Me-reka selalu aktiv dalam proses belajar dan mengamalkan ilmu-nya untuk orang lain, mereka berlomba mencapai tingkat per-juangan yang maksimal untuk membangun masyarakatnya.

Kedua, seringkali mitos-mitos itu muncul bukan didasari nilai-nilai Islam. Mitos dan aturan yang merugikan umat sendiri itu seringkali datang dan luar Islam: adat, tradisi, dan pandangan ma-syarakat setempat hingga reka-yasa musuh-musuh Islam.

Masyarakat pra Islam, baik zaman sebelum Rasul maupun zaman kini, kebanyakan meman-dang perempuan sebagal makh-luq yang berderajat rendah. Umar bin Khattab ra. pernah ber-ujar: ,,Pada zaman jahiliyah kami tak pernah memberikan hak apa-pun pada wanita. Sampai Allah Ta’ala yang Maha Tinggi menu-runkan perintah yang penting pada mereka dan memberikan pada mereka bagian yang tepat."

Aristoteles memandang wanita adalah ,makhluk yang belum sele-sai penciptaanya'. Sementara dalam Rig weda tertulis: ,,Tidak boleh menjalin persahabatan de-ngan wanita. Pada kenyataan-nya, hati wanita adalah sarang srigala." (Rig Weda, 10, 95, 15.)

Beberapa Pilar Peran Muslimah

Wanita muslimah bukanlah bilangan yang dapat diabaikan dan makhluq yang dapat disia--siakan. Rasulullah saw bersabda bahwa  wanita adalah saudara kandung laki-laki. Islam mem-herikan peluang yang sama besar pada laki-laki mapun perempuan untuk mereguk sebanyak mung-km  pahala yang Allah sediakan bagi mcrcka yang beramal.

Ada beherapa pilar yang dapat dijadikan sandaran bagi mus-limah untuk berkiprah dalam la-pangan ilmiyah di masyarakat:

Pertama, Pria dan wanita me-miliki derajat hak dan tanggung jawab yang sama disisi Allah Ta'ala. Namun jangan berpikir bahwa persamaaan ini juga mc-nuntut tugas yang sama. Sekali lagi, sebagaimana telah diungkap di atas, kcduanya ada dalam or-bit yang berbeda. Keduanya mc-miliki tugas dan peran yang berbeda-beda, namun saling melengkapi. Untuk itu, keduanya pun harus memiliki bekal yang cukup sehingga tugas yang diletakkan pa-da pundaknya dapat terlaksana.

Kedua, pria dan wanita diberi bekal fitrah dan potensi yang sama. Saat Allah Ta'ala men-ciptakan manusia, tak pernah dibedakan apakah ia perempuan atau laki-laki. Karena itu, peluang perempuan untuk berprestasi ter-buka sama lebarnya dengan laki--laki. Tinggal sekali lagi, tentu keduanya berada pada orbit ma-sing-masing.

Maka tak heran jika Rasu-lullah saw memuji wanita Anshar yang giat bertanya: ,,Allah akan merahmati wanita Anshar, me-reka tidak malu-malu lagi mem-pelajari agama."

Ketiga, wanita islam haruslah wanita yang penuh dengan vi-talitas dan kerja nyata. Rasulullah saw menganjurkan agar kaum wanita selalu berkarya,"Sebaik--baik canda seorang mukminah di rumahnya adalah bertenun." (Asadul Ghabah, jilid 1 hal.241)
Qailah Al-Anmariyah, seorang sahabiyah yang juga pedagang, pernah bertanya pada Rasul: ,,Ya Rasulullah, saya ini seorang pe-dagang. Apabila saya mau men-jual barang, saya tinggikan har-ganya di atas yang diinginkan, dan apabila saya membeli saya tawar ia di bawah yang ingin saya bayar. Maka Rasul menjawab," Ya, Qailah! Janganlah kau berbuat begitu. kalau mau beli, tawarlah yang wajar sesuai yang kau inginkan. dikasih atau ditolak."

Ustadz Umar Tilmisan menyatakan bahwa Islam tidak melarang seorang wanita men-jadi dokter, guru sekolah, tokoh masyarakat, perawat, peneliti da-lam berbagal bidang ilmu, penu-lis, penjahit serta profesi lain se-panjang itu tidak bertentangan dcngan kodrat kewanitaanya.

Keempat, hendaknya aktivitas dibidang keilmuwan itu tidak melupakan tugas utama seorang wanita  sebagai  penanggung-jawab masalah kerumah-tang-gaan. Firman Allah Ta'ala: Dan hendaklah kamu tetapdi rumah-rumah kamu ..." (QS al-Alizab: 33)

Jika keserasian ini terjaga, ma-ka tak hanya ummat Islam yang heruntung karena mendapat tam-bahan tenaga dan partner baru dalam berjuang, namun clta-cita menegakkan kalimat Allah kian datang mendekat. Semoga Allah Ta'ala selalu menyertai langkah kita. Amilin.

Sumber : Ishlah 7/II/1994
 

 

»»  read more

18 Maret, 2012

Pacaran Nggak Ya? Baca Deeeh.....


Apakah perwujudan cinta itu hanya berarti kasmaran saja? Hmm...menurut salah seorang peneliti, cinta itu bisa berarti banyak, dan salah satunya memang bisa diartikan kasmaran dan kasih terhadap lawan jenis. Karena perasaan senang terhadap lawan jenis itu merupakan fitrah, berarti sah-sah aja dong, namun apakah sarananya harus pacaran?
Sarana yang terbaik adalah simpan rasa itu, tata dengan rapi dan ekspresikan dengan cara yang halal, yaitu menikah.
Ehem...
Senang sama lawan jenis, boleh gak ya? Bukankah itu fitrah!
Ehm, siapa yang bilang nggak boleh? Tapi apakah sarananya harus pacaran?

EMOSI CINTA
Menurut para peneliti, yang dimuat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, CINTA ADALAH SALAH SATU EMOSI YANG ADA PADA MANUSIA. Emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, hormat, kasmaran dan kasih.

Nah, dari emosi-emosi turunannya itu, jelas terlihat kalo PERWUJUDAN CINTA LEBIH LUAS SIFATNYA, BUKAN SEKEDAR KASMARAN SAJA. Persahabatan, penerimaan, kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacaran.
Tapikan, seorang laki-laki butuh perempuan, dan juga sebaliknya? Glek! (*smile*)
Jawabannya, memang iya sih! Namun, apakah lantas karena butuh itu kita jadi menerobos garis batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita?

WAJAR SAJA
Yap, wajar saja kalo kita senang dengan lawan jenis. Fitrah, betul itu! Tapi FITRAH BUKAN BERARTI HARUS DITURUTI SEHINGGA TAK TERKONTROL. KITA HARUS TETAP MENJAGA FITRAH AGAR TETAP MURNI DAN TAK TERKOTORI DENGAN NAFSU SESAAT. Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua:

1. Cinta yang Syar'i
Cinta yang syar'i dasarnya adalah iman. Buka deh Q.S. 3:15, 52: 21 dan 3: 170.

2. Cinta yang Tidak Syar'i.
Sedangkan cinta yang tidak syar'i dasarnya adalah syahwat. Untuk yang ini silakan dibuka Q.S. 3:14, 80: 34-37, dan 43:67.

Kalau di stiker-stiker kamu sering baca: Cinta Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah, itu benar adanya. Urutan itulah yang utama. ALLAH MEMBENARKAN CINTA YANG SIFATNYA SYAHWATI seperti di Q.S. 3:14 (wanita/pria, anak, harta benda, dsb), SEBAB KECINTAAN YANG SIFATNYA SYAHWAT INI ADALAH TABIAT MANUSIA. Nah, KECINTAAN INILAH YANG PERLU DIKENDALIKAN.
Gimana cara mengendalikannya?
JAGALAH HATI
Ingat kisah Fatimah ra, putri Rasulullah saw? Setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki-laki. Ketika ditanya Ali, siapa laki-laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu sebenarnya Ali sendiri (ehem!).

Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri Fatimah terhadap Ali, tapi toh beliau nggak lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan suka-suka gue. Beliau simpan rasa itu, menatanya dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudah
halal untuk diekspresikan, yaitu saat telah menikah.

Aduh, jauh banget ya? Nggak juga kok, karena itulah kendalinya. Kalau belum siap menikah? Ya, jangan main api. Lebih baik 'main air' saja biar sejuk. Gimana 'main air'-nya?
  1. Jaga pergaulan. Bukan berarti ngggak boleh gaul sama cowok, tapi JAGA PANDANGAN (bukan berarti nunduk terus).
  2. Kalau menyukai lawan jenis, CUKUP SAMPAI TAHAP SIMPATI. Jaga hati. Kalau nggak tahan, jauhi diri dari orang yang kita sukai. Banyak-banyak puasa.
  3. Banyak ikut kegiatan buat mengalihkan diri. Kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis. Tapi harap ingat, di setiap tempat kita pasti selalu bertemu dengan lawan jenis. Jadi SOLUSI UTAMA MEMANG MENJAGA DIRI.
  4. Banyakin teman (yang sejenis lho) dan cobalah untuk terbuka dengan teman itu. Jadi kamu nggak merasa kesepian. Cuma AKAL-AKALAN SI SETAN KOK KALO KAMU MERASA PUNYA TEMAN COWOK LEBIH ENAK DARIPADA TEMEN CEWEK ATAU SEBALIKNYA. Ngibul tuh si setan!
  5. Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran? Ya silakan saja. Tapi tanggung resikonya (kamu-kan sudah baligh). Harap diketahui, API NERAKA ITU PANAS, MESKI DI MUSIM HUJAN. DOSA BESAR ITU AWALNYA DARI KUMPULAN DOSA KECIL. Nah lho!
www.motivasi-dariku.blogspot.com
»»  read more

11 Maret, 2012

MotivasiKu 11/03/2012



Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. 
Hidup adalah sebuah lagi, maka nyanyikanlah.
Hidup adalah sebuah mimpi,maka sadarilah.
Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah.
Hidup adalah cinta, maka nikmatilah.
Hidup adalah sebuah karunia Allah, Maka bersyukurlah.
»»  read more

08 Maret, 2012

MotivasiKu Mario Teguh Golden Ways

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Orang-orang yang minta gaji lebih biasanya tidak dapat lebih, tapi yang melakukan lebih dan berkualitas akan mendapat lebih. Jangan takar tenaga yang Anda keluarkan berdasarkan gaji yang Anda dapatkan tetapi berdasarkan hasil yang dapat Anda kontribusikan bagi kelangsungan dan keuntungan perusahaan Anda.

sumber : http://www.resep.web.id/motivasi/golden-way-kumpulan-kata-kata-motivasi-mario-teguh.htm
»»  read more